RSS

Total Islam Civilizazion

26 Okt

Dan sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa,
Pastilah akan limpahkan kepada mereka keberkahan
Dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami),
Maka kami siksa mereke disebabkan apa yang mereka usahakan.
(Al-A’raaf(7) ayat 96)

Islam is not only the way of life also is the complete civilizazion. Kesempurnaan islam yang menyangkut berbagai relung kehidupan sudah dijalani sejak masa nabi Muhammad SAW hingga khalifah Usmaniyah. Setelah periode itu keemasan islam mengalami keredupan, aspek penyebabnya umat islam dirauni pemikiran dikotomi . kita diajak berisolasi dari kehidupan dunia dan memisahkan niat dari setiap pekerjaan. Padahal setiap pekerjaan yang selaras dengan Al-qur’an dan sunnah adalah ibadah.

Salah satu aspek yang dilupakan yakni masalah ideologi atau politik. Tidak diketahui pasti ummat  menjadi alergi mendengar kata tersebut. Politik menurut islam sangat suci. Dia diperlukan untuk melaksanakan syiar. Keharuman politik telah dicemari oleh segelentingan kelompok dan mengganggap politik busuk.

Islam menegaskan, politik yang mesti dijalani oleh penduduk yaitu politik yang bermoral. Maksudnya, karyawan yang ingin meniti tangga keberhasilan, diharamkan menyikut mitra kerja yang dikiri, kanan, menyebarkan fitnah mengganjal yang dibawah dan sebagainya. Malahan kita diwajibkan berdo’a gar pekerjaan atau amanah yang dibebankan dapat dilaksanakan dengan ridha dan hidayah Allah SWT.

Menyinggung kaitan antara politik dan Negara dengan islam, setidaknya ada yang berpendapat politik merupakan bagian dari islam dan Negara melksanakannya. Kedua, ada keterkaitan antara islam, politik dan Negara. Tetapi islam hanya menyerukan etika dan moral berpolitik. Perbinsangan ini semakin menarik bila diteruskan dalam praktek.

Ada sebagian umat yang berambisi agar islam sebagai cita-cita ideal dapat diaplikasikan total dengan system revolusi sebagaimana keinginan penganut islam fundamental. Pemaksaan kehendak ini berakibatkan kekacauan , peperangan antar muslim dll. Tentu saja kenyataan ini ditentang oleh islam. Sebab islam sebagai rahmatan lil alamin didunia  menghendaki kestabilan, perdamaian dan perubahan. Islam juga tidak mengejar nilai-nilai permanen tnpa melihat kondisi social. Pemahaman berpolitik praktis yang keliru menyebabkan kesengsaraan masyarakat.

Jadi bagaimana bentuk ideology yang sesuai dengan islam ? agaknya setiap Negara berpeluang untuk menjalnkan ideology Negara dengan situasi onalnya. Kitabullah secara syariat sama sekali tidak menyebutkan model Negara yang harus dicontoh oleh umat islam, semua ada kelemahannya. Islam Cuma menetapkan perinsip-perinsip pokok nya, seperti musyawarah, keadilan dll.

Begitu juga Indonesia memakai system syariah walaupun tidak berlabel agama. Pencetusan dan penggalian pancasila dan UUD’45 idiologi bernegara dan konstituate dicetuskan oleh mereka yang beragama islam. Otomatis, butir-butir atau pernik2 keislamannya ikut terbawa  dalam idiologi Indonesia terutama lagi setelah iman dan taqwa menjadi azas pembangunan nah jika dalam praktek tidak seperti yang diharpkan, maka pelaksanaannya yang dibetulkan. Toh the man behind the gun yang mempunyai andil untuk mengisinya dengan segala sesuatu yang mempunya spirit islami.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 26, 2009 in Artikel Islami

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: